TUGAS
Dampak Kabut Asap Terhadap Kehidupan Manusia
Disusun untuk memenuhi Tugas Mata Kuliah Teknik Lingkungan Dan AMDAL
Oleh :
NAMA :
DIAN WAHYUDIN
NPM : 23414006
KELAS : 2IC08
PROGRAM STUDI TEKNIK MESIN
FAKULTAS TEKNOLOGI INDUSTRI
UNIVERSITAS GUNADARMA
BEKASI
2015
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar
Belakang
Seperti yang kita ketahui bahwa kabut adalah uap air yang berada dekat permukaan tanah kemudian berkondensasi (perubahan wujud benda ke wujud yang lebih padat seperti gas (atau uap) menjadi cairan) menjadi mirip awan. Peristiwa ini terbentuk karena hawa dingin di sekitar tempat itu dan kadar kelembaban yang tinggi, yaitu mendekati 100%.
Seperti yang kita ketahui bahwa kabut adalah uap air yang berada dekat permukaan tanah kemudian berkondensasi (perubahan wujud benda ke wujud yang lebih padat seperti gas (atau uap) menjadi cairan) menjadi mirip awan. Peristiwa ini terbentuk karena hawa dingin di sekitar tempat itu dan kadar kelembaban yang tinggi, yaitu mendekati 100%.
Untuk
menghasilkan kondensasi atau sublimasi di perlukan tingkat kejenuhan udara yang
tinggi, di mana kelembaban relatif mendekati atau
sama dengan 100%. Kriteria yang digunakan oleh Badan Meteorologi Klimatologi & Geofisika adalah jika terlihat adalanya partikel-partikel mikroskopis di udara permukaan dengan jarak pandang (Visibility) mendatar kurang dari 1 Km dan nilai kelembaban Relatif(RH) 98-100%.
sama dengan 100%. Kriteria yang digunakan oleh Badan Meteorologi Klimatologi & Geofisika adalah jika terlihat adalanya partikel-partikel mikroskopis di udara permukaan dengan jarak pandang (Visibility) mendatar kurang dari 1 Km dan nilai kelembaban Relatif(RH) 98-100%.
Setiap musim
kemarau kita selalu diganggu asap. Sejumlah kota di Riau maupun Kalimantan
disergap asap. Jarak pandang terganggu, aktivitas sosial dan ekonomi pun
terganggu. Di laut laut, maupun di sejumlah sungai yang padat transportasi air
menjadi sangat rawan kecelakaan.
Mengingat begitu besar dampak yang ditimbulkan oleh
asap kabut terhadap kehidupan manusia dan lingkungan, maka pada makalah ini
kami akan membahas sedikit mengenai asap kabut.
Kabut asap riau ahir-akhir ini marak
dipublikasikan karena kurang lebih selama 17 tahun Indonesia tidak tahu akan
hal ini. Hal ini tentu saja sangat memprihatinkan bagi kelangsungan hidup
bangsa dan negara Indonesia. Maka dari itu, disini kami akan membahas tentang
penyebab dari terjadinya kabut asap di provinsi riau, dan cara untuk
mengatasinya.
1.2 Tujuan
Adapun tujuan penyusunan tugas ini adalah sebagai berikut.
· Mengetahui penyebab dari kabut asap yang terjadi di provinsi riau
· Mengetahui sektor atau lembaga yang menyebabkan kabut asap tersebut
· Mengetahui peran serta pemerintah dalam mengatasi hal ini
· Mengetahui upaya yang dapat ditempuh untuk memberantas kasus ini
1.3 Rumusan Masalah
1.
Apa penyebab dari kabut asap yang terjadi di provinsi riau?
2.
Apa saja usaha pemerintah untuk mengatasi hal ini?
3.
Siapakah dalang dibalik semua ini?
4.
Apa saja reaksi masyarakat untuk menghadapi hal ini?
5.
Dimana saja letak titik api yang menyebabkan kebakaran ini semakin meluas?
6.
Apa reaksi presiden mendengar berita tentang kabut asap di riau?
7.
Apa saja dampak yang merugikan bagi masyarakat riau?
8.
Siapa saja lembaga yang membantu mengatasi hal ini?
9. Apa saja dampak yang terjadi
dari kabut asap ?
10.
Zat-zat apa saja yang
terkandung dalam asap kabut ini ?
BAB II
PEMBAHASAN
PEMBAHASAN
2.1 Penyebab dari kabut asap yang terjadi di provinsi riau
Penyebab dari kabut asap ini adalah adanya suatu perusahaan yang berencana
ingin membuat lahan perkebunan sawit, lalu mereka membakar hutan. Karena
hembusan angin, akhirnya api tersebut semakin meluas sehingga menghasilkan
kabut asap yang pekat dan bisa menyebabkan penyakit, dan kecelakaan lalu lintas
karena jarak pandang yang tidak sempurna.
2.2Usaha pemerintah dalam mengatasi kabut asap di riau
Pemerintah
sudah melakukan berbagai cara untuk mengatasi ini. Tetapi, upaya pemadaman dan
penanggulangan api serta kabut asap ini tidak bisa dilakukan melalui udara
karena ketebalan asap. Sementara di darat, upaya penanggulangan dilakukan
dengan cara manual menggunakan mesin damkar di Bengkalis dan Teluk Meranti,
termasuk Pelalawan dan Siak.
2.3 Sektor atau lembaga yang menyebabkan kabut asap di riau
Kepolisian Daerah Provinsi Riau sebagai Satuan Tugas (Satgas) Penindakan
Kabut Asap telah menetapkan 66 orang sebagai tersangka pembakar lahan dari 44
perkara yang tengah ditangani. Satu tersangka di antaranya adalah pihak
korporasi.
Data rekapitulasi Satgas Penindakan menyebutkan, jumlah tersangka terbanyak ditangani oleh Polres Bengkalis. Dari enam kasus, sudah ada 20 orang yang ditetapkan sebagai tersangka. Namun, dua orang masih dalam pengejaran.
Sementara itu, Polres Rokan Hilir telah menetapkan 19 orang tersangka dari tujuh perkara dan Polres Pelalawan menetapkan enam orang sebagai tersangka pembakar lahan dari lima kasus.
Di wilayah hukum Polres Indragiri Hilir, ada empat kasus dan empat tersangka sudah ditetapkan. Polres Siak hanya menetapkan empat tersangka dari delapan perkara dan satu orang masih buron. Polresta Dumai menangani tiga kasus dan sudah menetapkan empat tersangka dengan dua tersangka buron.
Untuk lima perkara yang ditangani Direktorat Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Riau ada empat orang tersangka, dan di Polres Meranti ditetapkan tiga tersangka dari tiga kasus yang ditangani. Polresta Pekanbaru yang sebelumnya menangani dua perkara pembakaran lahan, sampai saat ini telah menetapkan dua orang sebagai tersangka.
2.4 Reaksi masyarakat menghadapi masalah ini
Data rekapitulasi Satgas Penindakan menyebutkan, jumlah tersangka terbanyak ditangani oleh Polres Bengkalis. Dari enam kasus, sudah ada 20 orang yang ditetapkan sebagai tersangka. Namun, dua orang masih dalam pengejaran.
Sementara itu, Polres Rokan Hilir telah menetapkan 19 orang tersangka dari tujuh perkara dan Polres Pelalawan menetapkan enam orang sebagai tersangka pembakar lahan dari lima kasus.
Di wilayah hukum Polres Indragiri Hilir, ada empat kasus dan empat tersangka sudah ditetapkan. Polres Siak hanya menetapkan empat tersangka dari delapan perkara dan satu orang masih buron. Polresta Dumai menangani tiga kasus dan sudah menetapkan empat tersangka dengan dua tersangka buron.
Untuk lima perkara yang ditangani Direktorat Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Riau ada empat orang tersangka, dan di Polres Meranti ditetapkan tiga tersangka dari tiga kasus yang ditangani. Polresta Pekanbaru yang sebelumnya menangani dua perkara pembakaran lahan, sampai saat ini telah menetapkan dua orang sebagai tersangka.
2.4 Reaksi masyarakat menghadapi masalah ini
Masker telah
menjadi bagian kehidupan masyarakat di Riau dalam sebulan terakhir ini.
Perangkat penutup hidung dan mulut ini melindungi pemakainya dari udara yang
tercemar bahan-bahan berbahaya akibat kabut asap.
Mulai dari anak-anak sampai kakek-nenek, semuanya mengenakan masker. Seiring dengan level pencemaran udara ke level 'berbahaya' masker kini dikenakan di mana saja, bahkan di dalam gedung seperti pusat perbelanjaan.
Alasan utama orang-orang memakai masker adalah kesehatan, jika tidak mau terkena gangguan pernafasan. Tetapi, masker bukan cuma sekadar penutup hidung dan mulut belaka, bagi sebagian orang mungkin masker bisa menunjukkan identitas mereka.
Masker yang dipakai orang-orang bukan bukan cuma bertipe 'kolot', seperti yang dikenakan dokter ketika mengoperasi pasiennya. Tetapi juga ada yang bertipe imut, teknis, sampai ekstrem.
Banyak kaum perempuan memilih masker berbahan kain dengan pola dan gambar tokoh kartun imut di bagian penutup hidung/mulut. Mulai dari masker warna pink, gambar bunga-bunga, sampai tokoh kartun seperti Hello Kitty banyak dijual bebas di pasaran.
Kemudian ada pemakai masker yang sedianya diperuntukkan bagi orang yang bekerja di bidang-bidang khusus. Sebut saja masker untuk di daerah pertambangan, masker untuk di pabrik/ laboratorium, sampai masker untuk tukang las.
Sedangkan untuk yang terlihat ekstrem yakni masker seperti yang digunakan prajurit untuk berperang, dan ilmuwan yang bekerja dengan bahan berbahaya. Bentuknya gelap dengan bahan karet dengan bulatan besar di tengah atau kiri/kanan yang berisi bahan khusus yang menyaring udara hingga bersih.
Mulai dari anak-anak sampai kakek-nenek, semuanya mengenakan masker. Seiring dengan level pencemaran udara ke level 'berbahaya' masker kini dikenakan di mana saja, bahkan di dalam gedung seperti pusat perbelanjaan.
Alasan utama orang-orang memakai masker adalah kesehatan, jika tidak mau terkena gangguan pernafasan. Tetapi, masker bukan cuma sekadar penutup hidung dan mulut belaka, bagi sebagian orang mungkin masker bisa menunjukkan identitas mereka.
Masker yang dipakai orang-orang bukan bukan cuma bertipe 'kolot', seperti yang dikenakan dokter ketika mengoperasi pasiennya. Tetapi juga ada yang bertipe imut, teknis, sampai ekstrem.
Banyak kaum perempuan memilih masker berbahan kain dengan pola dan gambar tokoh kartun imut di bagian penutup hidung/mulut. Mulai dari masker warna pink, gambar bunga-bunga, sampai tokoh kartun seperti Hello Kitty banyak dijual bebas di pasaran.
Kemudian ada pemakai masker yang sedianya diperuntukkan bagi orang yang bekerja di bidang-bidang khusus. Sebut saja masker untuk di daerah pertambangan, masker untuk di pabrik/ laboratorium, sampai masker untuk tukang las.
Sedangkan untuk yang terlihat ekstrem yakni masker seperti yang digunakan prajurit untuk berperang, dan ilmuwan yang bekerja dengan bahan berbahaya. Bentuknya gelap dengan bahan karet dengan bulatan besar di tengah atau kiri/kanan yang berisi bahan khusus yang menyaring udara hingga bersih.
2.5 titik api yang menyebabkan kebakaran ini semakin meluas
Polri
menerima catatan terakhir pada pukul 21.00 WIB, api mencapai 137 titik yang
tersebar di Bengkalis sebanyak 65 titik, Inhil 6 titik, Meranti 33 titik,
Pelalawan 11 titik, Dumai 5 titik, dan Siak 17 titik. Bandara Sultan Syarif
Kasim II Pekanbaru juga masih tidak beroperasi hingga hari ini.
Jarak pandang 100 meter dan tidak ada aktivitas penerbangan.
Jarak pandang 100 meter dan tidak ada aktivitas penerbangan.
2.6 Reaksi presiden RI mendengar kabar kabut asap di riau
Sementara
itu, Presiden Susillo Bambang Yudhoyono (SBY) geram dengan permasalah kabut
asap di Riau yang tak kunjung tuntas. Melalui twitter, SBY menyatakan akan
mengambil alih penyelesaian masalah asap jika dalam 2 hari pemda dan menteri
tak bisa mengatasinya.
"Kalau dalam waktu 1-2 hari ini Pemda Riau dan para menteri tidak bisa mengatasi, kepemimpinan dan pengendalian akan saya ambil alih," kata Presiden SBY melalui akun Twitter miliknya, Kamis (13/3/2014) malam.
SBY mengaku memahami keresahan dan kemarahan sebagian rakyat akibat asap dan kebakaran ladang yang masih melanda Provinsi Riau. Kebakaran ladang dan hutan ini disebabkan oleh sejumlah oknum untuk pembukaan lahan.
"Sebenarnya pemerintah pusat dan daerah, BNPB, serta TNI dan Polri telah berusaha untuk mengatasi, tetapi hasilnya masih belum memuaskan," ujar SBY.
Menurut SBY, perlu kerjasama, tanggung jawab dan kesadaran bersama untuk berhenti membakar ladang secara serampangan. Meskipun saat ini Polri telah menetapkan 37 tersangka dan akan diadili, tetapi kalau setiap tahun masih membakar, bencana akan terjadi lagi.
"Malam ini saya telah instruksikan lagi agar para menteri terkait segera lakukan operasi tanggap darurat, dengan menggunakan semua cara dan alat," tutur SBY.
"Saya juga ingin para pejabat daerah di Riau berdiri paling depan untuk cegah dan tangani asap ini. Mengapa terus terjadi? Rakyat jadi korban," imbuh SBY.
"Kalau dalam waktu 1-2 hari ini Pemda Riau dan para menteri tidak bisa mengatasi, kepemimpinan dan pengendalian akan saya ambil alih," kata Presiden SBY melalui akun Twitter miliknya, Kamis (13/3/2014) malam.
SBY mengaku memahami keresahan dan kemarahan sebagian rakyat akibat asap dan kebakaran ladang yang masih melanda Provinsi Riau. Kebakaran ladang dan hutan ini disebabkan oleh sejumlah oknum untuk pembukaan lahan.
"Sebenarnya pemerintah pusat dan daerah, BNPB, serta TNI dan Polri telah berusaha untuk mengatasi, tetapi hasilnya masih belum memuaskan," ujar SBY.
Menurut SBY, perlu kerjasama, tanggung jawab dan kesadaran bersama untuk berhenti membakar ladang secara serampangan. Meskipun saat ini Polri telah menetapkan 37 tersangka dan akan diadili, tetapi kalau setiap tahun masih membakar, bencana akan terjadi lagi.
"Malam ini saya telah instruksikan lagi agar para menteri terkait segera lakukan operasi tanggap darurat, dengan menggunakan semua cara dan alat," tutur SBY.
"Saya juga ingin para pejabat daerah di Riau berdiri paling depan untuk cegah dan tangani asap ini. Mengapa terus terjadi? Rakyat jadi korban," imbuh SBY.
2.7 Dampak yang merugikan bagi masyarakat di riau
Kabut asap
yang menyerang Riau dan Sumatera Barat telah menyebabkan hampir 50.000 warga di
dua provinsi itu menderita sakit.
"Sebanyak 49.591 jiwa menderita penyakit akibat asap seperti ISPA, pneumonia, asma, iritasi mata, dan kulit," kata Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho melalui pesan singkat, Kamis (13/3/2014).
Asap yang begitu tebal berasal dari tindakan pembakaran lahan dan hutan di Riau yang semakin meluas. Hampir keseluruhan wilayah di Riau dan Sumatera Barat tertutup kabut asap.
Asap kebakaran lahan dan hutan di Malaysia juga menyebar ke arah Selat Malaka dan wilayah Riau
2.8 Lembaga yang membantu mengatasi kabut asap di riau
"Sebanyak 49.591 jiwa menderita penyakit akibat asap seperti ISPA, pneumonia, asma, iritasi mata, dan kulit," kata Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho melalui pesan singkat, Kamis (13/3/2014).
Asap yang begitu tebal berasal dari tindakan pembakaran lahan dan hutan di Riau yang semakin meluas. Hampir keseluruhan wilayah di Riau dan Sumatera Barat tertutup kabut asap.
Asap kebakaran lahan dan hutan di Malaysia juga menyebar ke arah Selat Malaka dan wilayah Riau
2.8 Lembaga yang membantu mengatasi kabut asap di riau
Hingga saat
ini upaya pemadaman masih dilakukan bersama BNPB, TNI, dan pihak terkait
lainnya. Penindakan hukum terhadap para pelaku yang diduga sengaja membakar lahan
atau hutan juga digalakkan.
2.9 Dampak kabut asap
- Kesehatan
Asap akibat
kebakaran hutan telah meningkatkan kasus ISPA, jumlah kasus ISPA di
Pontianak meningkat dari 1.286 kasus menjadi 1.928.
- Ekonomi
Kabut asap
juga dapat mengganggu sektor ekonomi. Jarak pandang yang terbatas menganggu
aktivitas penerbangan dan pelayaran.
- Hubungan Internasional
Kabut asap
yang terjadi akibat kebakaran hutan juga melanda negara tetangga seperti
Singapura dan Malaysia. Negara-negara tersebut melayangkan protes ke negara
kita atas kabut asap yang mereka terima. Jika dibiarkan maka hubungan
baik itu bisa terganggu.
- Pertanian
Asap tebal
mulai mengancam sektor pertanian. Tebalnya kabut asap dikhawatirkan dapat
mengganggu produktivitas tanaman padi dan jagung.
- Sosial Budaya
Aktivitas
sehari sehari yang terganggu akibat kabut asap bisa menyebabkan hubungan
sosial menjadi terganggu. Aktivitas anak yang bermain terganggu. Sekolah
juga banyak yang diliburkan karena khawatir siswa mereka terkena dampak asap
berupa ISPA dan sakit mata
2.10 Zat-zat yang terkandung dalam
asap kabut ini antara lain:
1. Sulfur Dioksida
Pencemaran
oleh sulfur dioksida terutama disebabkan oleh dua komponen sulfur bentuk gas
yang tidak berwarna, yaitu sulfur dioksida(SO2) dan Sulfur Trioksida (SO3), dan
keduanya disebut Sulfur Oksida (SOx)
Sumber dan
distribusi dari Sulfur Dioksida ini adalah berasal dari pembakaran arang,minyak
bakar gas,kayu dan sebagainya. Sumber yang lainnya adalah dari proses-proses
industri seperti pemurnian petroleum,industri asam sulfat, industri peleburan
baja,dsb.
Pengaruh
utama polutan Sox terhadap manusia adalah iritasi sistem pernafasan terutama
pada tenggorokan yang terjadi pada beberapa individu yang sensitif iritasi. SO2
dianggap pencemar yang berbahaya bagi kesehatan terutama terhadap orang tua dan
penderita yang mengalami penyakit kronis pada sistem pernafasan kadiovaskular.
Pencegahan
dari Sulfur dioksida antara lain dengan
·
Merawat
mesin kendaraan bermotor agar tetap berfungsi dengan baik
·
Memasang filter
pada knalpot
·
Memasang
scruber pada cerobong asap
·
Merawat
mesin industri agar tetap baik dan melakukan pengujian secara berkala
·
Menggunakan
bahan bakar minyak atau batu bara dengan kadar sulfur yang rendah, dll.
2. Carbon Monoksida
Karbon dan
Oksigen dapat bergabung membentuk senyawa karbon monoksida (CO) sebagai hasil
pembakaran yang tidak sempurna dan karbondioksida (CO2) sebagai hasil
pembakaran sempurna. Karbon monoksida di lingkungan dapat terbentuk secara
alamiah, tetapi sumber utamanya adalah dari kegiatan manusia, Karbon monoksida
yang berasal dari alam termasuk dari larutan, oksida metal dari atmosfer,
pegunungan, kebakaran hutan, dan badai listrik alam.
Dampak
karbon monoksida bagi kesehatan adalah penguraian HbCO yang relatif lambat
menyebabkan terhambatnya kerja molekul sel pigmen tersebut dalam fungsinya
membawa oksigen ke seluruh tubuh. Kondisi seperti ini dapat berakibat serius,
bahkan fatal, karena dapat menyebabkan keracunan. Dampak keracunan CO berbhaya bagi
orang yang telah menderita gangguan otot jantung.
3. Nitrogen Dioksida
Oksigen
Nitrogen (NOx) adalah kelompok gas yang terdapat di atmosfer yang terdiri dari
Nitrogen monoksida (NO) dan Nitrogen Dioksida (NO2).
Sumber utama
Nox yang diproduksi oleh manusia adalah dari pembakaran dan kebanyakan
pembakaran disebabkan oleh kendaraan bermotor, produksi energi dan pembuangan
sampah. Sebagian besar emisi NOx buatan manusia berasal dari pembakaran arang,
minyak, gas dan bensin.
Dampak
Nitrogen Dioksida terhadap kesehatan adalah NO2 bersifat racun terutama
terhadap paru-paru. Kadar NO2 yang lebih tinggi dari 100 ppm dapat mematikan
sebagian besar binatang dan 90% dari kematian tersebut disebabkan oleh gejala
pembengkakan paru-paru (edema pulmonari).
4. Oksidan
Oksidan (O3)
merupakan senyawa di udara selain oksigen yang memiliki sifat sebagai
pengoksidasi. Oksidasi adalah komponen atmosfer yang diproses oleh proses
fotokimia, yaitu suatu proses kimia yang membutuhkan sinar matahari
mengoksidasi komponen-komponen yang tak segera dioksidasi oleh oksigen.
Oksidan
terdiri dari Ozon, Peroksiasetilnitrat, dan Hidrogen Peroksida
Dampak dari
O3 bagi kesehatan adalah Beberapa gejala yang dapat diamati pada manusia yang
diberi perlakuan kontak dengan ozon, sampai dengan kadar 0,2 ppm tidak
ditemukan pengaruh apapun, pada kadar 0,3 ppm mulai terjadi iritasi pada hidung
dan tenggorokan. Kontak dengan Ozon pada kadar 1,0–3,0 ppm selama 2 jam pada
orang-orang yang sensitif dapat mengakibatkan pusing berat dan kehilangan
koordinasi. Pada kebanyakan orang, kontak dengan ozon dengan kadar 9,0 ppm
selama beberapa waktu akan mengakibatkan edema pulmonari.
Pada kadar
di udara ambien yang normal, peroksiasetilnitrat (PAN) dan
Peroksiabenzoilnitrat (PbzN) mungkin menyebabkaniritasi mata tetapi tidak
berbahaya bagi kesehatan. Peroksibenzoilnitrat (PbzN) lebih cepat menyebabkan
iritasi mata.
5. Hidrokarbon
Hidrokarbon
adalah bahan pencemar udara yang dapat berbentuk gas, cairan maupun padatan.
Semakin tinggi jumlah atom karbon, unsur ini akan cenderung berbentuk padatan.
Sebagai bahan pencemar udara, Hidrokarbon dapat berasal dari proses industri
yang diemisikan ke udara dan kemudian merupakan sumber fotokimia dari ozon.
Kegiatan industri yang berpotensi menimbulkan cemaran dalam bentuk HC adalah
industri plastik, resin, pigmen, zat warna, pestisida dan pemrosesan karet.
Diperkirakan emisi industri sebesar 10 % berupa HC.
Pengaruh
hidrokarbon pada kesehatan manusia dapat terlihat pada tabel dibawah ini.
Jenis Hidrokarbon
|
Kosentarsi (ppm)
|
Dampak Kesehatan
|
Benzene
(C6H6)
|
100
|
Iritasi
membran mukosa
|
3.000
|
Lemas
setelah setengah sampai satu jam
|
|
7.500
|
Pengaruh
sangat brbahaya setelah pemaparan satu jam
|
|
20.000
|
Kematian
setelah pemaparan 5-10 menit
|
|
Toluena
(C7H8)
|
200
|
Pusing,
lemah , dan bekunang-kunang setelahpemaparan 8 jam
|
600
|
Kehiulangan
koordinasi bola mata terbalik setelah pemaparan 8 jam
|
6. Khlorin
Gas Khlorin
( Cl2) adalah gas berwarna hijau dengan bau sangat menyengat. Berat jenis gas
khlorin 2,47 kali berat udara dan 20 kali berat gas hidrogen khlorida yang
toksik. Gas khlorin sangat terkenal sebagai gas beracun yang digunakan pada
perang dunia ke-1.
Karena
banyaknya penggunaan senyawa khlor di lapangan atau dalam industri dalam dosis
berlebihan seringkali terjadi pelepasan gas khlorin akibat penggunaan yang
kurang efektif. Hal ini dapat menyebabkan terdapatnya gas pencemar khlorin
dalam kadar tinggi di udara.
Selain bau
yang menyengat gas khlorin dapat menyebabkan iritasi pada mata saluran
pernafasan. Apabila gas khlorin masuk dalam jaringan paru-paru dan bereaksi
dengan ion hidrogen akan dapat membentuk asam khlorida yang bersifat sangat
korosif dan menyebabkan iritasi dan peradangan.
7. Partikel Debu
Partikulat
debu melayang (Suspended Particulate Matter/SPM) merupakan campuran yang sangat
rumit dari berbagai senyawa organik dan anorganik yang terbesar di udara dengan
diameter yang sangat kecil, mulai dari <>Dampak partikel debu terhadap
kesehatan dapat mengganggu saluran pernafasan bagian atas dan menyebabkan
iritasi. Selain dapat berpengaruh negatif terhadap kesehatan, partikel debu
juga dapat mengganggu daya tembus pandang mata dan juga mengadakan berbagai
reaksi kimia di udara.
8. Timah Hitam
Timah hitam
( Pb ) merupakan logam lunak yang berwarna kebiru-biruan atau abu-abu keperakan
dengan titik leleh pada 327,5°C dan titik didih 1.740°C pada tekanan
atmosfer.Gangguan kesehatan adalah akibat bereaksinya Pb dengan gugusan
sulfhidril dari protein yang menyebabkan pengendapan protein dan menghambat
pembuatan haemoglobin, Gejala keracunan akut didapati bila tertelan dalam
jumlah besar yang dapat menimbulkan sakit perut muntah atau diare akut. Gejala
keracunan kronis bisa menyebabkan hilang nafsu makan, konstipasi lelah sakit
kepala, anemia, kelumpuhan anggota badan, Kejang dan gangguan penglihatan.
BAB III
PENUTUP
3.1
Kesimpulan
Asbut menjadi masalah bagi banyak kota di dunia dan terus mengancam
lingkungan.
Asbut dalam keadaan berat merusak dan bahkan menyebabkan masalah
pernapasan bagi manusia.
Ozon dapat terbentuk di dalam kabut berasap
untuk menambah racun lainnya di dalam udara. Kabut berasap ini mengiritasikan
mata dan merusak paru-paru. Seperti hujan asam, kabut berasap dapat dicegah
dengan mengehentikan pencemaran atmosfer.
Bencana asap kabut yang terjadi sungguh meresahkan kita semua.
Dampak yang ditimbulkan dari asap kabut ini sangat luas mulai dari aspek kesehatan, ekonomi, sosial budaya, hubungan internasional dan lain sebagainya. Karena besarnya dampak yang ditimbulkan tersebut maka perlu langkah yang serius dalam penanganan masalah asap kabut ini.
Bencana asap kabut yang terjadi sungguh meresahkan kita semua.
Dampak yang ditimbulkan dari asap kabut ini sangat luas mulai dari aspek kesehatan, ekonomi, sosial budaya, hubungan internasional dan lain sebagainya. Karena besarnya dampak yang ditimbulkan tersebut maka perlu langkah yang serius dalam penanganan masalah asap kabut ini.
DAFTAR PUSTAKA
0 komentar:
Posting Komentar