Pentingnya Pendidikan Demokrasi Bagi Terlaksananya Nilai-Nilai Demokrasi Di
Indonesia
NAMA :
DIAN WAHYUDIN
NPM :
23414006
KELAS :
2IC08
MATKUL :
SOFTSKILL (PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN#)
Indonesia adalah Negara yang
menganut system demokrasi, yang bebas mengeluarkan pendapatnya untuk kemajuan
Negara ini. Demokrasi adalah gabungan dari dua kata yaitu demos dan kratos yang diambil dari bahasa Yunani, demos berarti rakyat dan kratos
berarti pemerintahan. Jadi demokrasi dapat diartikan sebagai suatu
pemerintahan dimana rakyat memegang suatu peranan yang sangat menentukan.
Kehidupan demokrasi di Indonesia belum seperti
yang diharapkan, banyak timbul persoalan - persoalan yang menyangkut
pelanggaran. Kondisi bangsa semakin terpuruk, pejabat mementingkan
dirinya sendiri, timbul kelompok – kelompok yang sulit dikontrol pemerintah dan
reformasi tidak memberi perubahan untuk kemakmuran rakyat. Dalam
kondisi di atas, pendidikan demokrasi berperan sangat penting dan diharapkan
dapat memberikan solusi pemecahan segala persoalan berbangsa dan
bernegara sekaligus memberi pencerahan dengan adanya partisipasi
masyarakat secara nyata.
Dalam konteks kehidupan berbangsa dan bernegara, demokrasi
berkaitan dengan pengelolaan kehidupan bersama. Menurut asal usul katanya
“demokrasi” berarti rakyatlah yang berkuasa, dalam bahasa Yunani demos
artinya rakyat dan kratein pengertiannya berkuasa. Definsi demokrasi
menurut kamus bahasa Indonesia adalah permerintah oleh rakyat, kekuasaan
tertinggi berada di tangan rakyat dan dijalankan langsung oleh rakyat atau
wakil - wakil mereka yang dipilih melalu pemilihan yang bebas. Demokrasi
adalah suatu pemerintah dari rakyat, oleh rakyat dan untuk rakyat
Nilai demokrasi sangat penting untuk
kemajuan bangsa ini, karena dengan tertanamnya nilai demokrasi dalam diri kita,
dengan sendirinya kita akan memiliki rasa persatuan dan kesatuan untuk
mempertahankan Negara ini. Mengenai hal itu, seharusnya pendidikan demokrasi
harus diajarkan kepada generasi muda sedini mungkin.
Namun pada kenyataannya, masa
sekarang banyak yang belum menyadari arti penting dari nilai demokrasi. Banyak
warga Negara yang bertindak seenaknya, tak memikirkan hak dan kewajiban diri
sendiri ataupun orang lain. Jika sudah begitu tidak akan ada rasa persatuan dan
saling menghargai terhadap sesama. Hal itu akan berdampak buruk kepada
kelangsungan kedamaian di Negara ini.
Dari tingkat sekolah dasar kita
seharusnya lebih diajarkan tentang pentingnya nilai demokrasi untuk diri sendiri
dan untuk Negara ini. Kalau dari kecil kita telah menyadari betapa pentingnya
arti demokrasi bagi suatu bangsa, maka masa depan pun akan diperkuat oleh
generasi muda yang siap memperjuangkan Negara ini dengan sepenuh hati tanpa
mengharapkan imbalan apapun.
Asumsi tentang pendidikan sebagai
sarana dan instrumen untuk mengalihkan ilmu pengetahuan bukan hanya telah
mereduksi makna hakiki dan fungsi pendidikan, tetapi juga menyepelekan warga
didik dan arah ke depan.Pendidikan sejatinya adalah untuk membangun dan
mengembangkan potensi manusia agar memiliki karakter, integritas, dan
kompetensi yang bermakna dalam kehidupan. Namun yang terjadi selama ini
pendidikan masih terjebak pada pandangan dan praktek yang tidak membangun ruang
pembelajaran yang bisa memperkaya nilai-nilai kemanusiaan, keluhuran,
kejujuran, dan keadaban. Dengan demikian, sistem dan praktek pendidikan di
negeri kita untuk mencerdaskan kehidupan bangsa gagal dalam membangun karakter
bangsa dan kemuliaan hidup.
Membangun pribadi yang demokratis
merupakan salah satu fungsi pendidikan nasional seperti yang tercantum dalam
pasal 3 UU Nomor 20/2003 tentang Sisdiknas. Di tengah-tengah gencarnya tuntutan
dan suara untuk membangun Indonesia baru yang lebih demokratis di bawah
pemerintahan yang bersih, berwibawa dan reformatif justru banyak politisi
yang berkarakter oportunis, arogan dan mau menang sendiri, yang sangat
bertentangan dengan prinsip-prinsip demokrasi yang mengembangkan nilai
kebebasan, kesamaan, persaudaraan, kejujuran, dan keadilan. Padahal harus
diakui, mereka memiliki kualifikasi pendidikan formal yang tinggi. Fenomena ini
tentu sangat menarik untuk disimak, sebab ada kecenderungan asumsi,
tinggi-rendahnya tingkat pendidikan kurang memiliki pengaruh yang signifikan
terhadap tumbuhnya iklim demokrasi yang sehat.
Secara prinsip demokrasi tercipta
karena adanya saling menghormati dan menghargai satu sama lain. Keadaan ini
menciptakan suasana kesetaraan tanpa sekat-sekat kesukuan, agama, derajat atau
status ekonomi. Dengan demikian manusia mempunyai ruang untuk mengekspresikan
diri secara bertanggung jawab. Situasi seperti inilah yang seharusnya dibangun
dalam dunia pendidikan, anak diajak untuk mengembangkan potensi diri.
Seperti sebuah negara, sekolah juga
merupakan suatu organisasi, layaknya masyarakat mini yang memiliki warga dan
peraturan. Sekolah merupakan sebuah organisasi, yakni unit sosial yang sengaja
dibentuk oleh beberapa orang yang satu sama lain berkoordinasi dalam
melaksanakan tujuannya untuk mencapai tujuan bersama. Tujuannya yaitu mendidik
anak-anak dan mengantarkan mereka menuju fase kedewasaan, agar mereka mandiri
baik secara psikologis, biologis, maupun sosial. Dalam pendidikan demokrasi
menekankan pada pengembangan ketrampilan intelektual, ketrampilan pribadi dan
sosial. Dalam dunia pendidikan haruslah ada tuntutan kepada sekolah untuk
mentransfer pengajaran yang bersifat akademis ke dalam realitas kehidupan yang
luas di masyarakat.
Demokrasi di sekolah dapat diartikan
sebagai pelaksanaan seluruh kegiatan di sekolah yang sesuai dengan nilai-nilai
demokrasi. Mekanisme berdemokrasi dalam politik tidak sepenuhnya sesuai dengan
mekanisme dalam kepemimpinan lembaga pendidikan, namun secara substantif,
sekolah demokratis adalah membawa semangat demokrasi tersebut dalam perencanaan,
pengelolaan dan evaluasi penyelenggaraan pendidikan di sekolah sesuai dengan
nilai-nilai Demokrasi Pancasila.
Jika dari sekolah sudah mengerti
nilai demokrasi, maka pada tingkat lebih tinggi atau jenjang universitas akan
diterapkan oleh generasi. Walaupun pada kenyataannya banyak generasi muda yang
masih belum menyadari arti pentingnya demokrasi. Banyak dari mereka masih mementingkan diri
sendiri tanpa peduli sesamanya. Jika sudah begitu tidak aka nada nilai-nilai demokrasi
dalam diri mereka.
Selain dari sekolah atau
universitas, kita juga harus menerapkan nilai-nilai demokrasi dalam kehidupan
sehari-hari. Kita harus menanamkan rasa tanggung jawab kepada diri sendiri dan
untuk kelangsungan kedamaian Negara ini. Kita juga harus peduli keadaan dalam
Negara ini dari pemimpin, pejabat, maupun dalam sesama manusia. Jika salah
satunya melakukan kesalahan harus diingatkan tak memandang harta dan jabatan.
Berbicara dalam menerapkan nilai
demokarasi dalam kehidupan sehari-sehari, banyak yang masih acuh tak acuh terhadap
sesama. Masih banyak yang ingin menang sendiri tanpa memikirkan akibat
kedepannya. Cukup sulit untuk merubah itu semua kecuali timbul kesadaran dari
dalam diri sendiri untuk merubahnya. Untuk itu diperlukan adanya pendidikan
demokrasi dalam masa-masa menempuh pendidikan.
Sudah jelas tentang pentingnya nilai
demokrasi yang harus diajarkan pada masa pendidikan sesorang, agar tertanam
dalam dirinya sifat-sifat yang tidak mementingkan diri sendiri tetapi lebih
mendahulukan kepentingan bersama. Kalau sudah tercipta hal yang demikian bisa
dibayangkan betapa damai dan tenteramnya Negara ini. Negara akan dipenuhi oleh
rasa saling menghargai dan menghormati, dan tak ada rasa saling ingin
menjatuhkan untuk mendapatkan sesuatu.
Referensi :
0 komentar:
Posting Komentar